Sajak Usia 40

Di pepohonan itu, pada tiap daunnya, telah dilukis kenangan tahun-tahun tak bertepi.
Pada rantingnya tersayat rindu dari letih kaki burung-burung.

Betapa hari ini aku ingin menjadi pohon-pohon itu,
yang tetap tegak berdiri, menghadapi badai demi badai hidup.

Cikini, Jakarta Pusat, November 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ghost in the Cell: Ketika Penjara Menjadi Miniatur Kelam Indonesia

Anton Bahtiar Rifa'i

Kebebasan yang Kusam dan Kecemasan Isaiah Berlin